Dalam sejarah dan masyarakat Indonesia, Pondok Pesantren memiliki peranan yang sangat besar, tidak hanya dalam bidang penyiaran Islam dan sosial keagamaan akan tetapi juga dalam bidang pertahanan keamanan dalam merebut kemerdekaan RI. Seorang tokoh Nahdlatul ‘Ulama yang juga mantan Menteri Agama RI, KH. Saifuddin Zuhri memberi label kepada Pondok Pesantren sebagai “Pusat penyebaran Islam dan benteng pertahanan ummat Islam”. (Hendra; 2007 hal.1). Sehingga Pondok Pesantren telah berkembang dan memberikan sumbangan (kontribusi) yang sangat banyak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bahkan Pondok Pesantren  yang menurut Taufik Abdullah (1987:112), mengatakan bahwa Pondok Pesantren akan menjadi basis bagi pemikiran keagamaan, dan memiliki landasan yang kuat dalam pengkajian keilmuan keislaman. Dalam proses selanjutnya Pondok Pesantren telah mampu melakukan sebuah ekspansi, tidak hanya mampu bertahan tapi mampu mengembangkan diri dan menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional. Dengan demikian Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam telah menunjukan identitasnya sebagai lembaga yang tidak lagi marginal (pinggiran) dan terisolir (sulit dijangkau).

Demikian pula dengan Pondok Pesantren Qodratullah Langkan Banyuasin Sumatera Selatan yang berawal dari Madrasah Ibtidaiyah “Nurul Huda” didirikan oleh Seorang Tokoh Agama di Desa Langkan bernama “Kiyai M. Madani bin Abdul Somad (Alm Th. 1982) pada tahun 1972 yang terletak di Dusun II Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kab. Banyuasin (dulu Kab. Musi Banyuasin, dan  Th. 2002 dimekarkan menjadi dua Kabupaten, yaitu Musi Banyuasin dan Banyuasin). Berdiri dengan sangat sederhana akan tetapi mendapat sambutan dari masyarakat untuk menitipkan anak-anak mereka di lembaga tersebut. Tahun 1982 almarhum meninggal dunia, perjuangan tersebut diteruskan putranya yang ke-6 (Buya HM. Husni Thamrin Madani) dengan mencari lokasi baru untuk proses pengembangan lembaga tersebut, setelah mendapat lokasi yang dimaksud maka proses pembelajaran berlangsung seperti yang direncanakan. Sekitar tahun 1984 ada program SD Inpres dari Pemerintah yang berimbas kepada para wali santri yang memindahkan anak-anak mereka untuk dididik di SD tersebut, karena menurut mereka proses pembelajaran ilmu-ilmu umum lebih dominan dibutuhkan sehingga untuk mencari ilmu tersebut lebih pas di SD Inpres.

Ternyata persoalan itu membuat  Buya HM. Husni Thamrin Madani lebih fokus untuk menyiapkan lembaga yang lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan ilmu-ilmu agama dan umum dengan  bersinergi dalam satu (1) lembaga. Maka pada tahun 1988 berdiri lembaga yang merupakan kelanjutan dari MI Nurul Huda diganti nama menjadi Pondok Pesantren Qodratullah dengan Pendidikan Formal MTS PP. Qodratullah yang dilegitimasi Kakanwil Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) Provinsi Sumatera Selatan dengan Surat Keputusan pada tahun 1989. Dan 3 (tiga) tahun kemudian mendirikan Madrasah Aliyah untuk menampung alumni MTS PP. Qodratullah. Lalu pada tahun 2006 berdiri Madrasah Ibtidaiyah yang diberi nama MI. PP. Qodratullah Langkan, yang pada proses belajar mengajar masih pinjam pakai dengan ruang belajar MTs. PP. Qodratullah. Kemudian pada tahun 2009  memiliki ruang belajar sendiri, yang sampai saat ini memiliki 12 (Dua belas) rombongan belajar.

Upaya pembinaan dan penataan terus dikembangkan dengan melakukan pembaharuan pada bidang Pendidikan, Metodologi, pembangunan fisik, sarana dan prasarana serta memperluas fungsi Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan dan umum. Sehingga pada tahun 2013 lalu memperluas komplek Pondok Pesantren menjadi Komplek Pondok Pesantren Putra dan Putri yang sudah operasional sejak Mei 2015 dengan luas areal komplek 110.000 m2 (11 Ha) Dengan upaya pembinaan dimaksud maka para santri yang datang dari berbagai Kabupaten dalam Provinsi Sumatera Selatan dan berbagai daerah di luar antaranya : Aceh, Sumatera Utara, Riau,  Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Jakarta.

Pada bulan Mei 2019 lalu Ponpes Qodratullah telah 26 (dua puluh enam) kali menamatkan alumni Madrasah Aliyah setingkat SMA/SMK. Di antara Alumni, sejak tahun 2009 ada yang lulus pada Perguruan Tinggi melalui Beasiswa “Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)” yang digagas oleh Kementerian Agama RI, mereka adalah:

  1. Khomsul Fauzi pada IAIN Wali Songo Semarang 2009, dan Alhamdulillah Agustus 2013 lalu sudah menyelesaikan Strata 1 pada Fakultas Syari’ah Jurusan Ilmu Falak);
  2. Wisnu Saputra pada UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta 2010, Alhamdulillah Agustus 2014 lalu sudah menyelesaikan Strata 1 pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits).
  3. Pada tahun 2012 (1. Cipta Giyanto, 2. Muslimah pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 3. Halimah Ahadiah pada UGM Yogyakarta, 4.Liska Ayulia pada IPB Bogor), dan alhamdulillah 2016 lalu sudah menyelesaikan Strata 1 pada masing-masing Fakultas pilihan mereka;
  4. Di tahun 2013 ini kembali lulus pada program yang sama: 1. Oka Yana Afrizki, pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Saint & Teknologi Jurusan Kimia, 2. Fauziah Makudahsri juga di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Saint & Teknologi Jurusan Fisika, 3.M.Alfarobi Putra IAIN Walisongo Fakultas Syari’ah Jurusan Ilmu Falak, dan 4. M. Syahid Fahmi lulus pada UIN Sunan Gunungdjati Bandung Fakultas Ushuluddin Jurusan Tasawuf Psikoterapi, dan alhamdulillah 2017 lalu sudah menyelesaikan Strata 1 pada masing-masing Fakultas pilihan mereka. Dan atas izin Pimpinan PP. Qodratullah  ananda M.Alfarobi Putra melanjutkan pendidikan ke S-2 UIN Wali Songo, selesai 2019 lalu;
  5. Di tahun 2014 kembali menghantar 2 (dua) orang santri yang lulus pada Program PBSB Kementerian Agama RI, yaitu : 1. Andika Putera lulus pada UPI Bandung Jurusan Bahasa Inggeris, 2. Nanang Supratna pada IAIN Sunan Ampel jurusan Bimbingan Konseling, dan alhamdulillah 2018 lalu sudah menyelesaikan Strata 1 pada masing-masing Fakultas pilihan mereka;
  6. Lalu pada tahun 2015 ini 3 (tiga) orang alumni MA. PP. Qodratullah diterima pada Program yang sama yaitu PBSB Kemenag RI yaitu: 1. Andi Sopran lulus pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur, 2. Rahmatullah lulus pada UIN Sunan Gunungdjati Bandung Jawa Barat dan, 3. Muhammad Firliyanto lulus pada UIN Wali Songo Semarang Jawa Tengah;
  7. Di tahun 2016 ini 5 (lima) orang alumni MA. PP. Qodratullah diterima pada Program yang sama PBSB Kemenag RI yaitu: 1. Mukhlasin Sobri lulus pada Prodi Ilmu Falak UIN Wali Songo Semarang, 2. Dodi Alfayet lulus pada Prodi Tasawwuf Fisiotrafi UIN Sunan Gunungdjati Bandung, 3. Hikmatun Nazilah lulus pada Prodi Perbankan Syari’ah UIN Malang,  Lutifah Khusnul Howiyah lulus pada Prodi Hukum Bisnis Syari’ah UIN Malang, 5. Fadhillah Adetia Lubis lulus pada Prodi Hukum Bisnis Syari’ah UIN Malang;
  8. Pada tahun 2017 pada program yang sama, yaitu Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang digagas oleh Kementerian Agama RI santri PP. Qodratullah Lulus pada UIN Maulana Malik Ibrahim dengan persyaratan hapalan Al-Qur’an atas nama Andini Madaniah;
  9. Kemudian di tahun 2018 pada program yang sama, yaitu Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) seperti tahun lalu yang digagas oleh Kementerian Agama RI santri PP. Qodratullah Lulus pada UIN Maulana Malik Ibrahim dengan persyaratan hapalan Al-Qur’an, yaitu; 1. Okta Adrie Nurrahman pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Guru MI. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur, 2. Nur Hafizoh pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Prodi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur, 3. Henida Syifa Azzahra pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur dan 4. Riza Febriyanti AK, pada Fakultas Ushuluddin Prodi Tasawuf dan Fisiotrapi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunungdjati Bandung Jawa Barat.
  10. Di tahun 2019 pada program yang sama, yaitu Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) seperti tahun lalu yang digagas oleh Kementerian Agama RI santri PP. Qodratullah Lulus pada UIN Maulana Malik Ibrahim dengan persyaratan hapalan Al-Qur’an, yaitu; 1. Dela pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Prodi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur, 2. Nadiyah Amaliyah, pada Fakultas Ushuluddin Prodi Tasawuf dan Fisiotrapi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunungdjati Bandung Jawa Barat, dan 3. Jordy Turnando, pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Jawa Timur.

Selain Beasiswa tersebut di atas, juga ada program yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, yaitu program beasiswa Santri Jadi Dokter (SJD), di antara yang telah lulus yaitu (Tomi Wibowo jurusan Pendidikan Dokter, Lebis Preska tahun 2010, Umi Kholifah tahun 2011, Brendi, Aprilita Noer Amelia, 2012), Eka Rahma (Jurusan Pendidikan Dokter, Luter Phindo tahun 2012), dan tahun 2013 Eriska Muharani juga lulus pada Jurusan Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di samping itu ada juga para antara alumni PP. Qodratullah sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Timur Tengah, di antaranya: Sudan, Mesir, Yaman. Dan ada juga yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Agama dan Umum di Indonesia, TNI/Polri, pengelola Lembaga Pendidikan Keagamaan, ada yang berprofesi sebagai muballigh, PNS, tenaga kesehatan dll

arsip humasppq